Australia's Highest Rated Food Intolerance Test

Bagaimana Pola Makan yang Buruk Dapat Menyebabkan Prediabetes

 

Sebagian besar dari kita mengetahui tentang diabetes, tetapi selain mengetahui bahwa diabetes berkaitan dengan kadar gula darah dan insulin, mungkin membingungkan untuk memahami jenis-jenis yang berbeda dan apa yang dapat membuat kita berisiko terkena kondisi ini.

Diabetes tipe 1 adalah kondisi yang biasanya didiagnosis pada masa kanak-kanak, merupakan kondisi autoimun yang dikelola dengan suntikan insulin dan tidak dapat dikembalikan. Meskipun perubahan pola makan dapat membantu mengelola kondisi ini, namun obat-obatan tetap diperlukan untuk mengendalikannya.

Diabetes tipe 2 dapat terjadi pada masa kanak-kanak atau dewasa dan disebabkan oleh tubuh yang tidak memproduksi cukup insulin atau tidak dapat merespons insulin dengan baik, sehingga terjadi peningkatan kadar gula darah. Diabetes tipe 2 sering dikaitkan dengan obesitas, pola makan yang tidak sehat, kurang aktif secara fisik, merokok, atau memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi. Diabetes tipe 2 dapat dipulihkan atau dikontrol dengan mengubah pola makan, atau dengan mengonsumsi obat-obatan. Jika tidak ditangani, diabetes tipe 2 dapat menyebabkan kerusakan organ akibat kadar glukosa darah (gula) yang berlebihan.

Prediabetes adalah suatu kondisi yang dapat mendahului diabetes tipe 2. Memiliki prediabetes berarti kadar glukosa darah Anda lebih tinggi daripada yang seharusnya, tetapi tidak cukup tinggi untuk membuat Anda menderita diabetes.

Prediabetes, Diet dan Gaya Hidup

Diperkirakan sekitar 1 dari 3 orang dewasa memiliki prediabetes dan banyak dari mereka tidak mengetahuinya. Jadi, sangat penting bagi kita untuk memahami perubahan gaya hidup yang dapat kita lakukan, untuk menghindari prediabetes atau untuk membalikkan prediabetes dan mencegahnya berkembang menjadi diabetes tipe 2. Terutama jika Anda memiliki salah satu faktor risiko yang disebutkan di atas, termasuk kelebihan berat badan atau obesitas atau memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol.

Menjadi aktif dan berhenti merokok jika Anda merokok adalah faktor penting dalam mencegah atau membalikkan pradiabetes. Dianjurkan agar kita semua melakukan 150 menit latihan aerobik moderat per minggu, ditambah dua sesi latihan beban. Aktivitas aerobik moderat dapat berupa jalan cepat, bersepeda, joging lambat, bermain olahraga raket, atau aerobik air. Latihan beban termasuk mengangkat beban, menggunakan berat badan Anda sendiri sebagai resistensi seperti ketika melakukan squat dan lunge, berkebun yang berat, yoga, dan Pilates.

Namun, mungkin faktor yang paling penting adalah pola makan. Jika Anda berisiko terkena pradiabetes, atau ingin memastikan Anda tidak terkena pradiabetes, saran pola makan berikut ini direkomendasikan:

  • Makanlah setidaknya lima porsi buah dan sayuran setiap hari, terutama sayuran karena gula mengandung fruktosa yang tinggi, sejenis gula buah.
  • Jika Anda makan daging, ganti daging merah atau daging olahan dengan daging putih tanpa lemak, seperti dada ayam.
  • Pilihlah sumber protein lain yang rendah lemak dan tanpa lemak, termasuk telur, produk susu rendah lemak, ikan, kacang-kacangan, lentil, dan buncis.
  • Pilihlah ikan berminyak, alpukat, kacang-kacangan dan biji-bijian untuk mendapatkan lemak tak jenuh yang sehat.
  • Untuk karbohidrat, pilihlah roti gandum, pasta, dan nasi yang berserat tinggi daripada versi putih yang tinggi gula rafinasi. Sayuran hijau dan berdaun juga bagus untuk serat.
  • Tetap terhidrasi dengan minum air putih dan teh herbal, daripada minuman manis dan berkarbonasi.
  • Panggang atau bakar makanan, daripada menggoreng atau memanggang dengan minyak yang berlebihan.
  • Hindari lemak jenuh, gula, garam, dan alkohol dalam jumlah berlebih.

Pikirkan semua langkah ini sebagai gaya hidup, daripada memaksakan diri Anda untuk melakukan 'diet', dan ini akan lebih mudah diikuti. Kadar gula darah Anda dan kesehatan Anda di masa depan akan berterima kasih untuk itu.